biografi

Perjalanan Hidup Seorang Ibu


Lisnariyah lahir pada 27 September 1977, lahir dari pasangan Muhadjam dan Maryati di Desa Gendol, Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman. Lis adalah panggilan pada masa kecilnya. Ia memiliki dua saudara kandung, yaitu Atiek Rochmanti dan Ardhi Rahmanto. Ibunya bekerja sebagai guru dan ayahnya tidak memiliki pekerjaan tetap
Ketika ia berumur 7 tahun, ia harus pindah ke Grabag, Kabupaten Magelang. Karena ibunya ditugaskan untuk mengajar di daerah tersebut. Lis bersekolah di SD Ngasinan 1 Grabag, yang tidak lain adalah tempat ibunya mengajar.  Hidup di Grabag baginya sangatlajh sulit, karena jauh dari sanak saudara, sehingga ia membantu perkerjaan sampingan ibunya yaitu berdagang. Dari uang yang didapat dari membantu ibunya tersebut ia tabung agar bisa pulang ke kampung halaman saat lebaran tiba. Tetapi tahun pertama tabungannya belum mencukupi untuk biaya pulang kampung. Jadi orang tuanya meminjam uang kepada seseorang untuk memenuhi biaya pulang kampung tersebut.
Beberapa tahun menetap di perantauan perekonomian keluarganya sedikit demi sedikit tercukupi. Lalu ia melanjutkan ke SMP Negeri 1 Grabag. Selama SMP ia masih membantu ibunya berjualan. Setelah lulus SMP, ia melanjutkan ke SMA Negeri 1 Grabag. Ia memlilih bersekolah dekat dengan rumahnya kaena saat itu transportasi umum masih sulit dijangkau, ia juga belum memiliki kendaraan pribadi.
Setelah melanjutkan ke Universitas, baru ia beralih ke Kota Magelang, yaitu Universitas Muhammadiyah Magelang (UMM). Tepatnya di Fakultas Ekonomi. Ia pernah jatuh ke selokan kampusnya yang mengakibatkan tempurung lutut kanannya bergeser ke samping. Adik laki-lakinya juga meninggal karena penyakit Diabetes.
Lisnariyah bertemu Istawa, yang sampai sekarang menjadi suaminya. Beliau menikah pada tahun 2000 dan dikaruniai anak perempuan pada tahun 2001. Saat mengandung anaknya beliau masih kuliah. Setelah lulus beliau menjadi guru PAUD.
Beliau memutuskan untuk mengambil kuliah lagi, karena pekerjaan dengan gelar sarjananya yang bertolak belakang. Lalu beliau mengambil jurusan Bimbingan Konseling. Tapi akibat kesibukannya menjadi pengurus PAUD Daerah, kuliahnya tersebut tidak terselesaikan.
Pada saat anak pertamanya duduk di bangku kelas 3 SD, beliau mengandung anak keduanya. Suaminya hanya berjualan alat elektronik di toko kecil Pasar Rejowinangun. Pada saat ia mengandung anak kedua tersebut Pasar Rejowinangun terbakar. Setelah itu suaminya bekerja sebagai tukang servis parabola. Anak keduanya lahir dengan normal, sebelumnya beliau sedikit takut karena dahulu anak pertamanya lahir dengan operasi.
Pada Agustus 2016 suaminya sakit stroke yang membuat beliau menjadi tulang punggung keluarganya. Untuk menambah pemasukkan beliau bekerja sampingan menjadi agen asuransi. Seiring berjalannya waktu, menjadi agen asuransi adalah pekerjaan tetapnya. Sehingga beliau dapat membiayai sekolah anak-anaknya yang kini masing-masing duduk di bangku SMA dan SD.
   

Komentar

  1. Alinea mohon diperhatikan! Padahal sebenarnya teks biografinya bagus.

    BalasHapus

Posting Komentar