Sangiran
Bertemu Nenek Moyang di Museum Sangiran
Kamis, 2 Maret 2017 sekolahku, SMAN 2 Magelang mengadakan
Pelajaran Luar Sekolah (PLS). Kami berkumpul pukul 06.30, lalu berangkat menuju
Museum Sangiran pada pukul 07.00. Sebetulnya kami memiliki dua tujuan, yaitu
Museum Sangiran dan Museum Sangiran. Tapi di sini saya hanya akan mengulas
tentang Musem Sangiran.
Museum Sangiran merupakan lokasi penemuan manusia purba,
tidak hanya manusia purba tetapi juga kerangka hewan, alat-alat yang digunakan
manusia purba pada zaman itu.
Sangiran memiliki tiga display, display pertama berjudul “Kekayaan
Sangiran”. Isi dari display pertama ini
adalah fosil-fosil yang ditemukan di Museum Sangiran. Seperti fosil
manusia Homo erectus, kerangka hewan purba, dan alat-alat bantu untuk hidup.
Pada display yang kedua ”Langkah-Langkah Kemanusiaan”. Display
kedua berisi dokumentasi visual teori “big bang”,
terbentuknya alam semesta, hingga pembabakan zaman dan mahkluk hidup yang
tinggal di masa-masa tersebut. Proses sebuah mahkluk hidup ketika menjadi fosil, juga dapat dilihat
disini. Proses evolusi manusia juga digambarkan secara lengkap. Teori evolusi
menjelaskan bagaimana dan makhluk hidup berubah dari generasi ke generasi.
Bahkan, hasil penelitian terbaru hampir selalu mengakibatkan pandangan tentang
asal-usul manusia berubah-ubah. Pada tahun 1970an, masih banyak mata rantai
yang belum ditemukan dan hubungan kekerabatan manusia dengan kera tampak jauh.
Namun, pada tahun 1990an, fosil-fosil yang mengisi mata rantai yang hilang,
lebih banyak ditemukan dan ternyata kekerabatan manusia dengan kera tampak
semakin dekat. Di ruang pamer ini juga dipaparkan sejarah penelitian manusia
purba di Indonesia, sekaligus pakar-pakar yang berperan didalamnya, antara lain
GHR von Koenigswald dan Eugene Dubois.
Display ketiga
yang berjudul “Homo Erectus”. Pada display ini menampilkan keemasan Homo
Erectus. Terdapat dua diorama besar untuk menampilkan masa keemasan tersebut.
Tidak hanya
menikmati display-display saja, tetapi kami diajak menonton film tentang
terbentuknya daerah sangiran, pemenuan yang ditemukan oleh berbagai peneliti,
juga mengenai gambaran pola hidup manusia purba pada zaman itu.





Terima kasih. Isi ruang display kok malah manusia modern.
BalasHapus